ANKARA, KOMPAS.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO selama 48 jam di Ankara, Turkiye, akhirnya rampung dengan mengejutkan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pertemuan yang digelar Selasa (7/7/2026) sampai Rabu (8/7/2026) tersebut dipenuhi kehangatan dan persatuan yang luar biasa. Padahal, KTT ini awalnya diwarnai ketegangan diplomatik tingkat tinggi serta gejolak pasar global akibat kritik tajam dari Washington.
Baca juga: Mengaku Jadi Target Pembunuhan Iran, Trump Ganti Pesawat Sepulang dari KTT NATO
Dalam konferensi pers penutupan yang dihadiri sekitar seribu jurnalis, Trump yang didampingi jajaran menteri kabinetnya mengonfirmasi bahwa ketegangan dengan para sekutu telah mencair di balik pintu tertutup.
Trump secara terbuka memuji atmosfer positif dalam pertemuan para pemimpin negara tersebut.














