JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memastikan aksi buruh yang semula dijadwalkan berlangsung besok Kamis (8/7/2026) dibatalkan.Menurut Said, pembatalan dilakukan usai tercapai titik temu dan adanya itikad baik dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjalin komunikasi dengan serikat buruh."Oh iya, aksi besok ini dipimpin Suparno ini samping kiri saya dibatalkan karena sudah ada titik temu, sudah ada itikad baik dari pemerintah," kata Said di Kemenkeu pada Rabu (8/7/2026).Said menjelaskan, meski kini menjadi bagian dari pemerintah, dirinya tetap membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjembatani aspirasi buruh."Saya juga pemerintah, tapi di sini ada komunikasi yang baik antar pemerintah. Walaupun saya setingkat menteri, tapi kan saya tidak punya kewenangan untuk menggerakkan kementerian dan kelembagaan," ujarnya.Said menegaskan, tugasnya adalah meyakinkan pihak terkait sekaligus melaporkan perkembangan kepada Presiden.

"Tugas saya adalah meyakinkan dan nanti melaporkan pada Presiden," ucapnya.Said mengatakan, keputusan pembatalan aksi telah dikomunikasikan langsung kepada pimpinan serikat buruh."Dengan demikian aksi dibatalkan. Tadi saya sudah bicara dengan Bung Suparno, Bung Mujimin, dan Bung Iwan. Aksi dibatalkan," tutur Said.Sebelumnya, Said Iqbal mengungkapkan dirinya telah menerima tembusan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ribuan buruh yang akan digelar di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, pada Kamis (9/7/2026).Said pun mengajak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mau berdialog mengenai penghapusan pajak Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi 0 persen.