KOMPAS.com - Gelombang panas yang kian sering melanda Eropa memicu perubahan sikap masyarakat Prancis terhadap penggunaan pendingin udara atau air conditioner (AC).

Di negara tersebut, AC selama ini menjadi topik yang memicu perdebatan karena dianggap memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.Dikutip dari France24, banyak warga Prancis meyakini bahwa penggunaan AC membutuhkan konsumsi energi besar sehingga dinilai ikut memperparah perubahan iklim. Karena alasan itu, pendingin ruangan selama bertahun-tahun tidak menjadi pilihan utama untuk menghadapi cuaca panas.

Namun, meningkatnya frekuensi suhu ekstrem mulai menggeser pandangan tersebut. Di tengah musim panas yang semakin menyengat, permintaan AC terus meningkat dan isu ini bahkan berkembang menjadi pembahasan politik menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan.

Salah satu contoh perubahan sikap datang dari Matthieu Ruquet (35). Pria asal Nice yang tinggal di pinggiran Paris itu sebelumnya menolak menggunakan AC, tetapi akhirnya membeli pendingin udara portabel setelah mendapat dorongan dari istrinya yang berkebangsaan Amerika.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga kenyamanan putri mereka yang berusia dua tahun serta anjing peliharaan mereka ketika suhu di dalam apartemen mencapai 36 derajat Celsius.