klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Gelombang panas ekstrem disertai dengan badai dahsyat melanda Eropa. Di Jerman misalnya, suhu di negara itu mencapai 41,7 derajat Celsius pada 28 Juni 2026 dan bertahan selama tiga hari.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, lebih dari 1.300 orang meninggal dunia pada 21 Juni 2026 akibat fenomena tersebut.Di tengah kondisi seperti itu, muncul video di media sosial yang menampilkan lampu lalu lintas di jalan raya meleleh karena tingginya suhu di Eropa.

Namun, setelah dicek Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru. Alat pemberi isyarat lalu lintas itu rusak akibat kebakaran mobil, bukan gelombang panas.