JENEWA, KOMPAS.com - Badan cuaca dan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Meteorological Organization (WMO), mengeluarkan peringatan bahwa fenomena El Nino akan berkembang dengan cepat menjadi peristiwa yang kuat pada periode Juli hingga September.

Perkembangan ini diperkirakan akan meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.Dalam laporan bulanan bertajuk Global Seasonal Climate Update, WMO menyebutkan bahwa kondisi El Nino sesungguhnya sudah mulai terbentuk dan akan terus menguat dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Tetangga Indonesia Terancam Kelaparan akibat El Nino

Badan yang bermarkas di Jenewa, Swiss, itu pun meminta negara-negara di dunia untuk bersiap menghadapi dampaknya, sebagaimana dilansir AFP, Jumat (3/7/2026).

WMO mengklasifikasikan intensitas El Nino ke dalam empat tingkatan, yakni lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat.