Jakarta - Harga ayam di kandang terjun bebas ke angka Rp 13.000/kilogram (kg). Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan, penurunan ini telah berlangsung sejak April 2026, di mana penurunannya sempat di angka Rp 18.000/kg.Padahal harga pokok produksi (HPP) telah naik ke angka Rp 22.000-23.000/kg. Kondisi ini terjadi karena kenaikan sejumlah bahan pokok produksi."Ini sudah jadi musibah bagi peternak Rp 15.000/kg. Di Jabar (Jawa Barat) sudah Rp 13.000-14.000/kg. Terburuk ini," kata Peternak dari Permindo Asep Saepudin, saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).Asep juga menyebut kondisi diperparah dengan liburnya anak sekolah, di mana program makan bergizi gratis (MBG) juga sedang disetop.Meski begitu, menurut dia penyerapan MBG juga tidak begitu besar. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintah memasukan kembali ayam bagian dari bantuan sosial.

Ia menyebut, sebelumnya terdapat bansos untuk 1,5 juta orang yang mendapatkan ayam dan telur. Jika program itu diadakan kembali maka penyerapan ayam juga terbantu."(Bansos) kata Bapanas kemarin jumlah penerimanya sekitar 1,5 juta orang. Nah, kalau itu diaktifkan, berarti 1,5 juta penerima. Kalau satu orang dapat satu ekor seperti dulu dibagi-bagi, berarti sekali penyaluran bisa menyerap sekitar 1,5 juta ekor," ungkapnya.Harga Ayam di Pasar Ikut TurunPenurunan itu juga diikuti dengan penurunan harga ayam di pasar. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan, data Harga Nasional Tertimbang (HNT) per 26 Juni 2026, harga rata rata daging ayam ras tercatat Rp 35.800/kg, turun 0,16% dibanding sehari sebelumnya yang berada di level Rp 35.858/kg.Jika melihat tren sebulan terakhir, harga daging ayam ras terus bergerak menurun. Dari posisi sekitar Rp 37.921/kg pada 29 Mei, kini turun menjadi Rp 35.800/kg pada 26 Juni. Artinya, harga telah terkoreksi sekitar Rp 2.121/kg atau sekitar 5,6% dalam satu bulan terakhir.Kemudian, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, harga ayam secara rata-rata nasional pada tanggal 26 mengalami berada di posisi Rp 37.200/kg. Angka tersebut naik dibandingkan pada tiga hari yang lalu Rp 37.050/kg.Harga tersebut berada di bawah aturan pemerintah yakni Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, yang mana HAP daging ayam ras di Rp 40.000/kg.Kementan Buka SuaraKementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan, penurunan harga yang terjadi dipengaruhi oleh kondisi pasokan yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan serap pasar.Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, mengakui bahwa harga ayam di kandang pada sejumlah wilayah berada di bawah biaya pokok produksi (HPP) peternak.Untuk mengatasi itu, Kementan mendorong pelaku usaha untuk melakukan penyerapan ayam hidup (livebird) dari peternak. Imbauan ini telah tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nomor B-200/PK.230/F.2/06/2026.Surat itu berisi Himbauan Penyerapan Livebird di Tingkat Peternak dan Pengendalian Produksi DOC FS Broiler serta Surat Nomor B-203/PK.230/F.2/06/2026 tentang Himbauan Stabilisasi Harga dan Penyerapan Livebird yang diterbitkan pada 9 Juni 2026.