Jakarta -
Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa akan segera melanjutkan upaya evakuasi kapal-kapal yang sempat terjebak di Selat Hormuz, setelah kemarin sempat dihentikan sementara karena sebuah kapal berbendera Singapura diserang.Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan berbagai negara khususnya Oman, Amerika Serikat (AS), dan Iran untuk melanjutkan evakuasi ratusan kapal dan ribuan pelaut yang masih terdampar di Selat Hormuz."Begitu saya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal itu, kami siap untuk memulai kembali proses evakuasi," katanya dalam sebuah konferensi pers virtual, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).
Ia menegaskan, proses evakuasi ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terlebih mengingat bagaimana saat ini tensi antara AS dengan Iran sedang sangat tinggi dengan risiko saling serang. Untuk itu, Dominguez mengatakan bahwa IMO terus melakukan kontak utamanya di Iran melalui otoritas maritim dan kementerian luar negeri negara tersebut."Saya perlu mempertahankan pendekatan positif bahwa kemajuan sedang dicapai dalam keseluruhan konflik dan setidaknya kapal-kapal juga berlayar dengan aman," ujar Dominguez.IMO menyiapkan dua jalur untuk berlayar keluar melalui selat tersebut, yaitu melalui perairan Iran di utara atau perairan Oman di selatan. Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diadopsi oleh IMO pada 1968 menetapkan jalur rute melalui perairan Iran dan Oman di selat tersebut, namun bagian tengah jalur perairan strategis ini sedang tidak dapat digunakan karena terdapat sekitar 80 ranjau yang membahayakan kapal."Diperlukan beberapa minggu sebelum kita dapat mengevakuasi lebih dari 500 kapal yang masih perlu dievakuasi. Semakin cepat kita dapat melanjutkan operasi, tentu saja, semakin cepat kita dapat mulai meningkatkan jumlah personel hingga evakuasi selesai," jelas Dominguez.














