PORT MORESBY, KOMPAS.com - Fenomena cuaca El Nino memicu ancaman kelaparan dan krisis pangan akut di Papua Nugini, negara tetangga Indonesia.

Kondisi kekeringan panjang yang disertai embun beku dilaporkan telah merusak kebun-kebun warga yang menjadi sumber pangan sekaligus mata pencaharian utama ribuan rumah tangga.Direktur Layanan Cuaca Nasional Papua Nugini Jimmy Gomoga memprediksi bahwa fenomena ini masih akan terus membayangi, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Sebelum Krisis Memuncak, PBB Cari Dana Atasi Dampak Buruk El Nino

"Kondisi El Nino diperkirakan akan memengaruhi pola cuaca dan iklim di seluruh Papua Nugini selama beberapa bulan ke depan," kata Gomoga.

Lembaga bantuan Oxfam PNG mencatat Papua Nugini sebagai negara Pasifik yang terdampak paling parah.