KOMPAS.com - Salah satu fenomena iklim skala besar bernama El Nino akan terjadi di Indonesia.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), El Nino Southern Oscillation (ENSO) adalah fenomena iklim yang terjadi secara alami yang melibatkan fluktuasi suhu laut di Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur, ditambah dengan perubahan atmosfer di atasnya.Dampak dari setiap peristiwa El Nino tergantung pada intensitas, durasi, waktu perkembangannya, dan interaksi dengan mode variabilitas iklim lainnya.Di Asia Pasifik, curah hujan lebih rendah akan terjadi di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan kondisi lebih basah salah satunya di kepulauan Pasifik bagian timur-tengah.

El Nino memberikan sejumlah dampak terhadap wilayah yang mengalaminya. Pemerintah melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan upaya pencegahan dampak tersebut.

Lantas, apa saja upaya pencegahan dampak yang telah dilakukan?

Baca juga: [POPULER TREN] Alat Elektronik Paling Banyak Sedot Listrik Saat Off | Sejarah Super El Nino 1877