BANYUWANGI, KOMPAS.com — Kemacetan berkepanjangan di jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali, terus dikeluhkan para sopir logistik.

Kondisi yang berlangsung berulang dalam setahun terakhir itu dinilai menguras tenaga sekaligus meningkatkan biaya operasional angkutan barang.Sebagai bentuk solidaritas, Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) bahkan membagikan makanan kepada para sopir dan pengguna jasa penyeberangan yang terjebak antrean panjang menuju pelabuhan.

Baca juga: Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Macet Lagi, Ini Penjelasan ASDP

Pembina ASLI, Slamet Barokah, mengatakan kemacetan mulai sering terjadi sejak insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

"Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan infrastruktur pelabuhan. Di Pelabuhan Ketapang saat ini terdapat 9 dermaga, sementara di Pelabuhan Gilimanuk hanya tersedia 7 dermaga," ujar Slamet, Selasa (23/6/2026).