LONDON, KOMPAS.com - Satu dekade setelah referendum Brexit, dorongan agar Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa (EU) mulai menguat.

Kelompok progresif di Inggris semakin aktif menyuarakan gagasan untuk kembali ke EU, menurut laporan Financial Times, Minggu (21/6/2026). Sejumlah jajak pendapat menunjukkan dukungan untuk bergabung kembali berada di kisaran 55 hingga 65 persen.Namun, dari sisi Eropa, proses kembalinya Inggris diperkirakan tidak akan mudah dan dapat berlangsung lebih dari satu periode pemerintahan Inggris.

Baca juga: Sebut Era Brexit Berakhir, PM Inggris: Kita Butuh Eropa, Bukan Trump

Para diplomat senior, menteri, dan pejabat EU menilai warisan panjang dari negosiasi Brexit masih menjadi persoalan. Mereka mengatakan, pengalaman sebelumnya membuat Brussels berhati-hati untuk membuka kembali hubungan dengan Inggris.

Joao Vale de Almeida, mantan duta besar pertama EU untuk Inggris setelah Brexit, mengatakan bahwa bahkan setelah 10 tahun berlalu, dua sosok yang terkait erat dengan Brexit masih membayangi kemungkinan negosiasi baru.