Jakarta -
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan. Keandalan listrik tidak lagi sekadar urusan pelayanan publik, melainkan telah menjadi fondasi utama daya saing ekonomi nasional.HKI yang saat ini menaungi lebih dari 170 kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga kawasan timur Indonesia, merasakan secara langsung betapa vitalnya pasokan listrik bagi keberlangsungan aktivitas industri. Kawasan-kawasan tersebut menjadi rumah bagi ribuan perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak di sektor manufaktur, petrokimia, logistik, makanan dan minuman, elektronik, otomotif, mineral, pusat data, hingga industri berteknologi tinggi.Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan bahwa setiap gangguan listrik, meskipun hanya berlangsung beberapa menit, dapat menimbulkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
"Peristiwa pemadaman yang terjadi belakangan ini harus dilihat sebagai alarm penting bahwa sistem kelistrikan nasional memerlukan lapisan pengaman yang lebih kuat. Ketahanan energi nasional tidak cukup hanya mengandalkan satu sistem yang terpusat. Dibutuhkan lebih banyak titik-titik keandalan yang dapat saling menopang ketika terjadi gangguan," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).Dalam industri modern, proses produksi berlangsung secara terintegrasi dan berkesinambungan. Ketika listrik terputus, bukan hanya mesin yang berhenti bekerja, sistem produksi dapat terganggu, bahan baku rusak, produk gagal diproses, jadwal pengiriman tertunda, rantai pasok terganggu, hingga muncul biaya tambahan yang harus ditanggung pelaku usaha untuk menjalankan sistem cadangan.Pada industri tertentu seperti petrokimia, baja, semikonduktor, pusat data, farmasi, maupun industri berbasis proses berkelanjutan, gangguan listrik bahkan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar karena memerlukan waktu panjang untuk mengembalikan operasi ke kondisi normal.Menurut HKI, tantangan tersebut akan semakin besar seiring masuknya investasi-investasi baru yang membutuhkan tingkat keandalan listrik sangat tinggi. Saat ini Indonesia sedang mendorong hilirisasi mineral hingga industri kecerdasan buatan (AI) yang seluruhnya membutuhkan pasokan energi yang stabil.











