Penulis: Rodion Ebbighausen/DW Indonesia

KOMPAS.com - Invasi Rusia di Ukraina, agresi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, serta tuduhan genosida oleh Israel di Palestina: Tatanan dunia yang terbentuk setelah Perang Dunia II kian terasa mendekati akhir usia.Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam Konferensi Keamanan Munchen pada Februari 2026 mengatakan, "Tatanan ini, meskipun tidak pernah sempurna bahkan pada masa terbaiknya, sudah tidak lagi ada dalam bentuk yang kita kenal."

Namun, keterkejutan Eropa terhadap perubahan dunia dipandang berbeda di Asia. Mantan diplomat Singapura Bilahari Kausikan, dalam percakapannya dengan DW di forum keamanan Asia Shangri-La Dialogue, menilai bahwa persaingan dan konflik merupakan sifat mendasar hubungan internasional.

Baca juga: Dua Sahabat Lama Segera Bertemu, Xi-Putin Ngeteh Bahas Tatanan Dunia Baru

"Selama sekitar dua dekade, dari runtuhnya Tembok Berlin hingga krisis keuangan global, kenyataan keras ini tertutupi. Padahal periode itu merupakan fase yang luar biasa dalam sejarah dunia," ujarnya.