BELAKANGAN ini ada pemandangan yang menarik dalam perdebatan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah sedang menjalankan berbagai program yang bertujuan memperluas aktivitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai membentuk rantai pasok baru.
Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi dan perdagangan di tingkat desa.Di berbagai daerah, muncul pula usulan pembatasan, bahkan penutupan minimarket modern dengan alasan memberi ruang yang lebih besar bagi usaha kecil.
Masing-masing gagasan memiliki tujuan yang sulit ditolak. Menciptakan pekerjaan, memperkuat ekonomi rakyat, dan mengurangi kesenjangan merupakan agenda yang hampir selalu mendapat dukungan publik.
Namun ada satu pertanyaan yang justru jarang muncul di tengah berbagai inisiatif tersebut.












