Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp 578,93 miliar untuk tahun 2027. Tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung target realisasi investasi yang ditetapkan sebesar Rp 2.322 triliun tahun depan.Rosan mengatakan, target investasi 2027 naik 13,8% dibandingkan 2026 yang sebesar Rp 2.041,3 triliun. Angka tersebut mencakup investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)."Kementerian Investasi dan Hilirsasi/BKPM ditargetkan mencapai realisasi investasi PMA maupun PMDN sebesar Rp 2.322 triliun, atau 13,8% lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun," ujar Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Rosan mengungkapkan pihaknya sebenarnya mengusulkan anggaran Rp 2,19 triliun. Namun, pagu indikatif yang diterima Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk tahun anggaran 2027 hanya sebesar Rp 625,14 miliar.Menurut Rosan, angka tersebut turun 37,6% dibandingkan alokasi anggaran tahun 2026. Selain itu, pagu indikatif yang diterima saat ini baru memenuhi sekitar 52% dari kebutuhan minimal kementerian yang diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun."Kami mengusulkan anggaran sebesar Rp 2,19 triliun. Namun panggung indikatif tahun anggaran 2027 yang kami terima saat ini adalah sebesar Rp 625,14 miliar atau turun 37,6% dari alokasi anggaran tahun 2026. Angka ini baru memenuhi 52% kebutuhan Kementerian sebesar Rp 1,2 triliun secara minimal," jelas Rosan.Oleh karena itu, Rosan meminta tambahan anggaran Rp 578,93 miliar agar kebutuhan minimal anggaran pada 2027 dapat terpenuhi menjadi Rp 1,2 triliun. Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung program manajemen kementerian serta program penanaman modal dan hilirisasi."Tambahan anggaran Rp 578,93 miliar sesuai dengan kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hiliriasi BKPM tahun 2027 dapat terpenuhi sebesar Rp 1,2 triliun, dengan rincian program dukungan manajemen Rp 579,95 miliar dan program penanaman modal hilirisasi sebesar Rp 624,12 miliar," tutup Rosan.











