Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani membantah anggapan investor asing mulai enggan menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, respons investor global terhadap Indonesia justru masih sangat positif.Rosan mengatakan hal itu terlihat dari hasil rangkaian roadshow yang dilakukan bersama timnya ke sejumlah pusat keuangan dunia, mulai dari Singapura, Hong Kong, London, Boston, Washington DC, New York, hingga Jepang."Tapi responsnya surprisingly sangat positif, dan itu juga dari Bloomberg, dari dunia internasional menulis bahwa ini satu pencapaian yang di luar dugaan dari Danantara yang melakukan roadshow, dan tidak hanya dari segi Danantara juga tapi dari perspektif ekonomi, dan mereka merespons sangat positif," ujar Rosan yang juga CEO Danantara di DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2026).

Rosan menegaskan investor global tetap melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik karena memiliki prospek jangka panjang. Oleh sebab itu, ia meyakini arus investasi ke Indonesia akan tetap terjaga."Dari investasi yang masuk ke Indonesia ini saya berkeyakinan bahwa ini tetap terjaga. Karena mereka pada saat berinvestasi kan melihat itu kan long term commitment, komitmen jangka panjang," tuturnya.Ia menambahkan, para investor masih percaya terhadap stabilitas dan kepastian berusaha di Indonesia. Oleh karena itu, ia menilai narasi yang menyebut investor asing tidak lagi tertarik masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan kondisi di lapangan."Jadi, mereka percaya bahwa kestabilan dan juga kepastian untuk berinvestasi di Indonesia ini masih terjaga dengan baik kok. Terlepas beritanya di luar seperti apa, dibilangnya, oh negara luar atau siapa pun investasi ke Indonesia sekarang pada nggak mau. Saya buktikan dengan angka, saya buktikan dengan number, saya buktikan dengan statistik. Apalagi nanti saya sampaikan investasi juga yang baru masuk dari roadshow saya ke luar, dan itu yang masuk adalah para investor besar dunia. Nanti saya jabarkan secara detail di Istana," tegas Rosan.Rosan sempat membeberkan data realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target 2026 yang sebesar Rp 2.041,3 triliun. Cakupan investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar 50,1% atau Rp 250 triliun."Kalau kita lihat contohnya PMDN mencapai kurang lebih 49,9% atau Rp 248,8 triliun atau tumbuh kurang lebih 6% year on year. Dan PMA tentunya kontribusi hampir sama atau 50,1% atau sebesar Rp 250 triliun," tutup Rosan.