JAKARTA, KOMPAS.com – Kompetisi industri perhotelan di Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, makin ketat, menyusul dimulainya konstruksi Hotel Hyatt Place Semarang di kawasan pesisir Pearl of Java.
Ekspansi jaringan manajemen hotel global asal Amerika Serikat ini menandai pergeseran arah investasi akomodasi premium yang kini menyasar kawasan terintegrasi di luar pusat kota tradisional.
Kehadiran hotel baru ini mengejutkan, di tengah indikator pariwisata daerah yang belum pulih sepenuhnya.Baca juga: Ini Alasan Hotel Tak Pakai Gayung dan Bak Air di Kamar Mandi
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi rata-rata hotel berbintang di Semarang masih bergerak fluktuatif pada kisaran 45 hingga 50 persen.
Namun, bagi jaringan global dengan basis loyalitas kuat, potensi pasar dinilai jauh lebih tinggi.














