KOMPAS.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus berputar-putar di pola yang sama, meski Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat.
Para analis menilai sejumlah poin krusial masih menjadi kendala besar. Tidak hanya menunda penyelesaian kesepakatan, tetapi juga diprediksi mempersulit implementasinya di lapangan.
Klaim Trump mengenai akhir konflik yang sudah dekat ini bahkan menuai ejekan secara luas, baik di AS maupun di Iran.Baca juga: Di Ambang Perjanjian Damai, Militer AS Tetiba Tembak Jatuh Drone Iran
Pasalnya, negosiasi telah berlarut-larut selama berminggu-minggu.
Jaringan berita di "Negeri Paman Sam", CNN, mencatat bahwa Trump menggunakan frasa seperti "sangat dekat dengan kesepakatan" atau dalam "tahap akhir" pembicaraan 39 kali.








