TEHERAN, KOMPAS.com - Iran tengah mengkaji usulan perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Di satu sisi, komunikasi antara kedua pihak dilaporkan sempat terhenti beberapa hari terakhir. Akan tetapi, klaim tersebut langsung dibantah Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Israel Sebut UEA Sahabat Sejati, Hubungan Makin Erat Saat Perang Iran
Media Iran melaporkan, Teheran belum merespons teks final usulan perjanjian sementara tersebut.
Kantor berita Mehr News Agency, mengutip seorang sumber, menyebut Iran mengambil sikap "keras" mengingat sejarah panjang ketidakpatuhan AS dan ketidakpercayaan yang sudah berakar lama.













