JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat ketika penutupan perdagangan, Jumat (12/6/2026).

Mata uang Garuda terapresiasi 128 poin atau 0,71 persen ke level Rp 17.860 per dollar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, pada awal perdagangan hari ini, rupiah berada di area Rp 17.941, naik 47 poin atau 0,26 persen.Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai prospek ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Hal ini tercermin dari keputusan Bank Dunia (World Bank) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0 persen pada 2026.Proyeksi terbaru itu lebih tinggi dibandingkan estimasi Bank Dunia pada April lalu yang mematok laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia di posisi 4,7 persen.

“Proyeksi sebesar 5,0 persen untuk tahun ini mencerminkan kinerja perekonomian pada kuartal I-2026 yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya,” ujar Ibrahim. Momentum positif tersebut mendorong pertumbuhan PDB hingga mencapai 5,6 persen secara tahunan pada kuartal I-2026, sekaligus menjadi pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak kuartal II-2021.Kuatnya pertumbuhan pada awal tahun ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama perekonomian nasional.Konsumsi masyarakat terdorong oleh momentum bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, percepatan pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), serta akselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Sepanjang 2026, konsumsi swasta diperkirakan akan terus tumbuh di kisaran 5,0 persen dengan dukungan stimulus fiskal pemerintah.