JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot terus menguat hingga penutupan perdagangan Senin (15/6/2026).
Mata uang Garuda ditutup meguat 0,85 persen ke level Rp 17.709 per dollar Amerika Serikat (AS).
Penguatan kurs rupiah didorong oleh melemahnya harga minyak dunia, proyeksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), hingga target Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada Jumat mendatang.Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, turunnya harga minyak mentah dunia ke bawah level 80 dollar AS per barrel menjadi sentimen positif bagi perekonomian domestik.
Baca juga: Rupiah Menguat Signifikan, Bank Jual Dollar AS di Kisaran Rp 17.700-17.800
Kondisi ini dapat mengurangi tekanan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga memberikan ruang fiskal yang lebih longgar bagi pemerintah.







