PIALA DUNIA akan dimulai hari ini atau Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, tetapi pikiran orang-orang masih menghitung dompet.

Biaya hidup yang meroket menjadi kelambu, mengaburkan antusiasme sebagian masyarakat menyambut turnamen akbar empat tahunan ini.Bukan cuma Indonesia. Di Amerika Serikat (AS) dan Meksiko yang menjadi tuan rumah saja, masalah uang rakyat selalu berhembus menyelinap di tengah tiang-tiang megah stadion.

Teriakan rakyat tentang harga bensin di “Negeri Paman Sam”, keluhan guru “Negeri Sombrero” soal kenaikan gaji dan undang-undang pensiun, memicu polemik klasik negara penggelar hajatan Piala Dunia: Dana untuk menggulirkan si kulit bundar jauh melebihi anggaran bagi penduduk sendiri.

"Saya marah melihat harga (bensin), tetapi saya lebih marah lagi mengapa harganya begitu tinggi," itulah secuil kekesalan Ryder Thomas (28), warga Los Angeles.

Saat ditemui wartawan AFP pada Sabtu (2/5/2026), dia mengisi bensin ke mobilnya dengan muka masam.