SURABAYA, KOMPAS.com - Cobaan hidup seringkali datang tanpa diduga, namun semangat pantang menyerah dapat mengubah keterbatasan menjadi sebuah kekuatan.
Hal itu diungkapkan Rozi, dosen di Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) dalam melalui titik ujian dalam hidupnya saat harus kehilangan kedua kaki, serta istri tercintanya.Ia menceritakan, pada 26 Februari 2016, sepulang mencari ikan gurame untuk sampel penelitian, ia dan sang istri mengalami kecelakaan tertabrak mobil.
Baca juga: Kisah Kenzo, Mahasiswa Disabilitas Unair Sabet Juara Mawapres hingga Konferensi Internasional
Akibat insiden itu, sang istri meninggal di lokasi kejadian karena terlindas di bagian perut, sedangkan Rozi di bagian kaki.
Rozi pun terpaksa harus kehilangan kedua kakinya dan menjalani perawatan untuk pemulihan sekitar 3 bulan.













