JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Muara Enim nonaktif Edison terkait kasus dugaan suap pengaturan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Pemkab Muara Enim, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Selain Edison, KPK juga memeriksa Cory Erin Hardi selaku marketing PT. Millenium Solusi Abadi.
“Benar (Bupati Edison dan Cork Erin dibawa ke Gedung KPK), untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemkab. Muara Enim,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).Baca juga: KPK: Bupati Muara Enim Edison Beri Suap ke Pihak BPK via Perantara
Adapun, pemeriksaan keduanya dilakukan seiring dengan ditangkapnya 5 ASN BPK dari lanjutan m kasus dugaan suap yang terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6/2026).
“KPK kembali melakukan tangkap tangan lanjutan dari perkara tersebut di mana untuk tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu.













