JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 38 persen dari posisi puncaknya. Bahkan, pelemahan indeks saat ini lebih dalam dibandingkan saat pandemi Covid-19.

IHSG mengalami tekanan jual besar-besaran saat penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Indeks anjlok 4,20 persen atau 245,02 poin ke level 5.594,77.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor karena terjadi di tengah derasnya arus keluar modal asing, pelemahan rupiah, hingga meningkatnya perhatian lembaga pemeringkat global terhadap kondisi fiskal Indonesia.Baca juga: IHSG Ditutup Merosot 245 Poin ke 5.594,77, Saham WIFI Paling Merana

Lantas, apa yang sedang terjadi di pasar modal Indonesia?

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, mengatakan tekanan yang dialami IHSG saat ini bersifat multidimensional dan tidak bisa disederhanakan dalam satu narasi tunggal.