SEMARANG, KOMPAS.com - Suara alat berat terdengar silih berganti di kawasan Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Debu sesekali beterbangan mengikuti aktivitas pembangunan yang terus berlangsung.

Di tengah perubahan lanskap yang kian cepat, sejumlah rumah warga masih berdiri seperti dulu, menjadi saksi perjalanan panjang sebuah kampung yang kini dikepung pembangunan.Baca juga: 8 Bulan Banjir Tak Surut, Begini Kondisi Desa Sayung Demak

Di salah satu rumah sederhana di RT 06 RW 05, Santoso (50) memilih tetap bertahan.

Rumah itu bukan sekadar tempat berteduh. Di sanalah ia menjalani kehidupan selama bertahun-tahun, menyaksikan Tinjomoyo berubah dari kawasan yang kaya sumber mata air menjadi wilayah yang berkembang pesat.