Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan 69 Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dalam waktu 37 hari kalender dengan nilai kontrak sebesar Rp 507,80 miliar.Pembangunan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.Di balik pelaksanaan program tersebut, SPPG menjadi infrastruktur pendukung yang berperan penting namun tidak banyak diketahui publik. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat produksi makanan bergizi yang dirancang dengan standar higienitas, keamanan, dan operasional yang ketat.
Lebih dari sekadar bangunan dapur umum, SPPG dirancang sebagai infrastruktur layanan gizi yang mengedepankan aspek keamanan pangan, keselamatan operasional, serta keberlanjutan lingkungan. Di dalamnya terdapat berbagai spesifikasi teknis yang memastikan proses produksi makanan dapat berjalan aman, higienis, dan efisien.Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berfokus pada kecepatan penyelesaian, tetapi juga pada kualitas dan fungsi jangka panjang fasilitas."Di balik penyediaan makanan bergizi untuk masyarakat, SPPG berperan sebagai fasilitas penting yang memastikan proses produksi berjalan aman dan higienis. PTPP berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga memenuhi standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan," ujar Joko Raharjo dalam siaran pers, Kamis (4/6/2026).Berikut delapan keunggulan SPPG karya PTPP yang mendukung operasional fasilitas tersebut:1. Pengelolaan Limbah yang Ramah LingkunganSPPG dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mampu mengolah limbah dapur hingga memenuhi standar aman sebelum dialirkan ke saluran kota, sehingga tetap menjaga kualitas lingkungan sekitar.2. Material Food Grade pada Area ProduksiArea pengolahan makanan menggunakan stainless steel SUS 304 food grade yang umum digunakan dalam industri makanan karena higienis, tahan korosi, dan mudah dibersihkan.3. Sistem Keamanan Gas BerlapisInstalasi gas dirancang dengan sistem pengamanan tambahan untuk meminimalkan risiko kebocoran dan memastikan operasional dapur berjalan aman.4. Deteksi Gas Otomatis untuk KeselamatanSetiap unit kompor dilengkapi gas detector yang dapat memberikan alarm secara otomatis apabila terdeteksi kebocoran gas.5. Material Tahan Api dan Lembap di Area DapurPlafon menggunakan gypsum fire resistant dan moisture resistant TKA 2 untuk menghadapi kondisi ruang produksi dengan suhu dan kelembapan tinggi.6. Sistem Air Bersih Berstandar Food GradeInstalasi air bersih menggunakan pipa PPR food grade yang menjaga kualitas air tetap aman untuk kebutuhan produksi makanan.7. Perlindungan Struktur Bangunan terhadap ApiDinding bangunan menggunakan sandwich panel fire retardant class 1 yang dirancang untuk memperlambat penyebaran api dan meningkatkan aspek keselamatan bangunan.8. Konstruksi Modular untuk Efisiensi WaktuSeluruh SPPG dibangun menggunakan metode konstruksi modular yang memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai lokasi tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir.Selain itu, PTPP juga menerapkan sistem dashboard monitoring digital yang memungkinkan pemantauan progres pekerjaan secara real-time, mulai dari perkembangan konstruksi, distribusi material, hingga aktivitas lapangan di seluruh lokasi proyek."Keberhasilan penyelesaian 69 titik SPPG di 15 provinsi ini menjadi bagian dari kontribusi PTPP dalam mendukung program strategis nasional melalui pembangunan infrastruktur yang tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," jelas Joko.Joko menambahkan, ke depan pihaknya akan terus menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui infrastruktur yang aman, sehat, dan berdaya guna.
















