Jakarta - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba jadi sorotan usai mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya diciduk Kejaksaan Agung atas tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program MBG. Pemerintah sendiri sudah gerak cepat melakukan rotasi jabatan di BGN, pengganti Dadan dkk sudah ditetapkan.Meski program prioritasnya tersangkut kasus korupsi, Presiden Prabowo Subianto masih menyakini program makan siang gratis akan tetap berhasil dijalankan dan berdampak ke masyarakat."Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil," ujar Prabowo dalam acara 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, dikutip Kamis (4/6/2026).

Prabowo menegaskan program MBG harus tetap berjalan. Hal ini karena program MBG dinilai mampu mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.Dalam perhitungannya, saat program MBG telah berjalan penuh dan menjangkau 85 juta penerima manfaat melalui sekitar 30 ribu dapur, MBG berpotensi menciptakan hingga 3 juta lapangan kerja."Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta. 30.000 dapur berjalan dengan bener dan baik," jelas Prabowo."Kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan. 3 juta lapangan kerja. Uang yang beredar di desa akan sangat besar," paparnya melanjutkan.Prabowo sendiri baru saja mengambil langkah tegas untuk melakukan perombakan jabatan tertinggi di BGN yang jadi menjadi pengelola utama program MBG. Dadan Hindayana dan dua wakilnya digantikan oleh beberapa pejabat baru, salah satunya adalah Nanik S. Deyang yang menjadi Kepala BGN baru.Sehari setelah dicopot dari jabatan Kepala dan Wakil Kepala BGN, Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada program MBG oleh Kejaksaan Agung.