KOMPAS.com – Dunia tampaknya mulai beradaptasi dengan konsumsi minyak yang lebih rendah di tengah lonjakan harga energi dan gangguan pasokan global.
Mengutip Yahoo Finance, Senin (1/6/2026), analis JPMorgan memperkirakan permintaan minyak dunia telah menyusut sekitar 9 persen atau setara 1,5 juta barrel per hari.
Menariknya, penurunan tersebut terjadi secara cepat dan tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap aktivitas ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.Baca juga: Harga Minyak Naik 2 Persen Usai Israel Perluas Serangan ke Lebanon
Temuan itu disampaikan para analis minyak JPMorgan, Natasha Kaneva, Lyuba Savinova, dan Artem Fakhretdinov, setelah melakukan serangkaian pertemuan dengan pelaku pasar di China.
"Temuan paling mencolok dari pertemuan kami bukan hanya bahwa permintaan minyak turun, tetapi kemungkinan telah menyusut hingga 9 persen atau sekitar 1,5 juta barrel per hari secara tiba-tiba, tak terduga, dan dengan gangguan yang sangat minim," tulis para analis dalam catatan kepada klien.










