LONDON, KOMPAS.com - Pasar minyak dunia diprediksi akan memasuki "zona merah" pada Juli dan Agustus mendatang.
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol, Kamis (21/5/2026). Kondisi kritis ini dipicu oleh menyusutnya stok minyak saat ekspor minyak dari Timur Tengah tersendat akibat krisis Iran yang terus berlanjut.
Baca juga: Pipa Minyak UEA yang Jadi Alternatif Selat Hormuz Sudah Separuh Jalan
Birol menjelaskan, saat ini persediaan minyak terus terkikis, sementara permintaan melonjak tajam yang sebagian besar disebabkan oleh travel season.
Di sisi lain, tidak ada pasokan minyak baru yang mengalir dari Timur Tengah, sebagaimana dilansir The Guardian.











