IDE Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang oleh banyak pengamat disebut nekat itu kembali muncul.

Pada Senin, 25 Mei 2026, lewat unggahan di Truth Social, Trump mendesak sejumlah negara Muslim (Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania) untuk menandatangani Abraham Accords menyusul Uni Emirat Arab dan Bahrain yang sudah lebih dulu bergabung sebagai bagian dari kesepakatan damai mengakhiri perang dengan Iran.“Seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, menandatangani Abraham Accords,” tulisnya, seraya membuka peluang agar Iran sendiri suatu saat ikut bergabung (Kompas.com, 26/5/2026).

Abraham Accords adalah rangkaian perjanjian normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara yang secara historis bermusuhan dengannya, dimediasi AS pada 2020.

UEA dan Bahrain menjadi penandatangan pertama pada 15 September 2020, disusul Maroko (Desember 2020) dan Sudan (deklarasi 2020–2021 yang tertunda akibat perang saudara).

Pada November 2025, Kazakhstan menjadi negara pertama yang bergabung pada periode kedua Trump (TIME, 26/5/2026; GlobalSecurity, 2025).