SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan pelatih kepala PSIS, Kahudi Wahyu Widodo mengatakan bahwa tunggakan gaji dan kompensasi juga dialami Bowo Widyo Laksono yang pernah menjabat sebagai Analyst Coach tim Laskar Mahesa Jenar.

Berdasarkan laporan resmi yang dilayangkan ke Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Coach Bowo belum menerima gaji pada bulan September 2025 dan kompensasi gaji bulan Oktober 2025. "Iya, Coach Bowo itu analis kami waktu di PSIS dan sekarang ada di Timnas Putri. Jadi kebetulan kami mengalami hal yang serupa. Harusnya kami mendapatkan hak yang sama," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2026).Baca juga: Mantan Pelatih PSIS Kahudi Tagih Tunggakan Gaji dan Kompensasi Pemutusan Kontrak

Kahudi menyebutkan bahwa Coach Bowo belum menerima hak selama dua bulan pasca-pemutusan kontrak dengan nominal Rp 7 juta per bulan. "Coach Bowo tuh gajinya cuma Rp 7 juta itu. Rp 7 juta kali 2 bulan, kan gitu seharusnya, sesuai dengan surat pemutusan kontrak," kata dia.

Ia mengatakan, bahwa Coach Bowo telah berupaya untuk menghubungi manajamen PSIS namun tidak mendapat respons. "Coach Bowo sering menanyakan ke saya, bahkan nge-chat ke manajemen tidak dibalas sama sekali kalau Coach Bowo," ungkap dia.