WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Di sebuah punggung bukit yang menghadap Laut China Selatan, sekelompok Marinir AS di dalam kendaraan taktis membidik sebuah drone bersayap tetap yang terbang ke arah mereka.

Meriam-meriam di kendaraan itu menembak, disusul kepulan asap membubung dari senjata-senjata tersebut. Setelah beberapa kali mencoba, Marinir berhasil mengenai sasaran dan drone itu jatuh terguling ke laut.

“Saya meleset beberapa kali. Tapi pada akhirnya, peluru itu masih berada di dalam air,” kata Sersan Staf Noah Konie, dikutip dari The Wall Street Journal, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Meteor Meledak di Atas AS, Kekuatan Setara 300 Ton TNT

Sistem Pertahanan Udara Terpadu (MADIS)