TOKYO, KOMPAS.com - Bank Sentral Jepang menggelontorkan dana sekitar 11,7 triliun yen (Rp 1.300 triliun) dalam sebulan terakhir untuk menopang yen.

Bank sentral melakukan intervensi di pasar berdasarkan instruksi Kementerian Keuangan dalam upaya mengurangi kerusakan ekonomi akibat fluktuasi tajam dalam nilai tukar.Baca juga: Fakta Unik Mata Uang Yen, Tak Tampilkan Gambar Pahlawan Jepang

Dilansir AFP, Jumat (29/5/2026), menurut data resmi kementerian tersebut, intervensi pasar terjadi antara 28 April dan 27 Mei, tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Intervensi dilaporkan dimulai pada 30 April ketika mata uang Jepang melemah hingga mendekati 160 yen per dollar Amerika Serikat (AS), terendah dalam hampir dua tahun.

Media Jepang melaporkan pada 8 Mei bahwa bank sentral telah menghabiskan 10 triliun yen (Rp 1.118 triliun) untuk menopang mata uang tersebut.