JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bercerita tentang wajah lain prajurit TNI yang kini ditempatkan dalam Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai daerah.
Menurut dia, keberadaan prajurit tak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan patroli keamanan, tetapi juga mulai hadir dalam kehidupan sosial masyarakat di kampung-kampung.
Di sejumlah wilayah, kata Sjafrie, prajurit ikut menjadi imam masjid, penceramah, membantu kegiatan gereja, hingga mengajar anak-anak di lapangan dan sekolah.“Di kampung-kampung ada masjid, ada gereja, sedikit sekali pura. Tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang, itu terdiri dari mereka-mereka yang ada yang dari pesantren, dan ada yang mengerti bagaimana rohaniawan non-muslim,” ujar Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, 19 Mei 2026, dikutip dari siaran YouTube TVR Parlemen, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Menhan Sjafrie Minta Prajurit TNI di Papua Jaga Hubungan Baik dengan Rakyat
Menurut Sjafrie, sebagian prajurit ikut membaur dalam kegiatan masyarakat.















