KOMPAS.com - Selama ini, proyeksi kenaikan permukaan air laut yang digunakan oleh para perencana kota di seluruh dunia didasarkan pada satu asumsi mutlak bahwa daratan tetap diam, sementara volume air laut yang meningkat.

Asumsi inilah yang menjadi dasar pembangunan tanggul laut, pemetaan zonasi wilayah, hingga linimasa pembangunan infrastruktur di sepanjang ribuan mil garis pantai.

Namun, data pengukuran satelit terbaru menunjukkan bahwa asumsi tersebut keliru bagi sebagian besar masyarakat yang terdampak.Di wilayah pesisir berpenduduk padat tempat miliaran orang tinggal dekat dengan air, daratan justru sama sekali tidak diam, melainkan terus ambles atau mengalami penurunan tanah, dilansir dari laman Earth, Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Ilmuwan Menyebut Tanpa Dinosaurus, Umur Manusia Bisa Lebih Panjang, Kok Bisa?

Penurunan tanah lebih cepat dari kenaikan laut