JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkap sembilan kecamatan di Jakarta memiliki potensi mengalami gerakan tanah selama Juli 2026.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan berada di atas normal.Informasi tersebut disampaikan BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya, @bpbddkijakarta, yang dikutip Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Kayak Enggak Ada Pemdanya Longsor di Katulampa Bogor Dibiarkan Lebih dari Setahun
BPBD menjelaskan, prakiraan wilayah berpotensi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah yang masuk kategori potensi gerakan tanah menengah di DKI Jakarta meliputi:






