TEL AVIV, KOMPAS.com - Parlemen Israel atau Knesset dilaporkan menyetujui pemungutan suara awal untuk membubarkan parlemen pada Rabu (20/5/2026).
Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi digelarnya pemilu dini, meskipun masa jabatan Knesset saat ini baru dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang.Di sisi lain, sekutu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah menyusun strategi hukum dan politik untuk melarang partai Arab, Ra’am, ikut serta dalam pemilu legislatif berikutnya.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata Israel Saat Kesepakatan Damai Hampir Tercapai
Menurut laporan media lokal Channel 13, pembahasan di kalangan sekutu Netanyahu berfokus pada tindakan hukum terhadap Islamic Movement, organisasi induk dari Ra’am.
Partai tersebut dituding mentransfer dana donasi ke Jalur Gaza di tengah perang yang sedang berlangsung, sebagaimana dilansir TRT World, Senin (25/5/2026).











