SOLO, KOMPAS.com - Langkah kaki puluhan bhikkhu Thudong memecah keramaian di sudut Pasar Gede, Kota Solo pagi itu. Lalu lalang kendaraan berhenti sejenak, menunggu para bhikkhu menyelesaikan langkahnya menuju Balai Kota.
Namun yang mencuri perhatian bukan hanya lelahnya para sangha, melainkan sesosok wanita Muslim mengenakan hijab yang berdiri di antara puluhan umat Buddha yang tengah melakukan tradisi pindapata.
Sebagai informasi, pindapata merupakan proses persembahan kepada para biksu, baik memberikan makanan, minuman maupun perlengkapan pribadi.Baca juga: Dilepas dari Balai Kota Solo Menuju Borobudur, Puluhan Biksu Thudong Disambut Tradisi Pindapata dan Liong
Dengan senyuman yang merekah di wajahnya, ia mengulurkan beberapa makanan ringan ke dalam patta, wadah seperti periuk berwarna coklat untuk menerima pemberian makanan dalam tradisi pindapata yang dibawa para bhikkhu.
Pemandangan yang seolah meruntuhkan sekat perbedaan ini diciptakan oleh Setia Wati Ningrum (31), warga asal Dusun Palur, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.













