Jakarta - Massa dari guru madrasah swasta menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka mengenakan seragam setelan putih hitam, membawa kentongan hingga kendang.Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (20/5/2026), massa guru memenuhi depan gerbang gedung DPR. Mereka membawa atribut ikat kepala bertulisan 'PGMM' atau Persatuan Guru Madrasah Mandiri, kemudian ada juga 'PGSI' atau Persatuan Guru Seluruh Indonesia. Dalam beberapa spanduk yang dibawa, massa pendemo ini menuntut kesetaraan dan kesejahteraan yang sama dengan guru sekolah negeri."ASN-kan guru swasta di sekolah/madrasah swasta dengan Undang-Undang yang baru. Amendemen UU guru dan dosen-UU ASN," tulis spanduk yang ditempel depan gerbang. "Hapus dikotomi dan diskriminasi guru Indonesia," tulis spanduk lainnya.Selanjutnya, para guru juga sempat menyenandungkan lagu sambil memukul kentongan. Dalam lagunya, mereka curhat bahwa tugas guru swasta sama dengan guru pegawai negeri. Para guru ini datang dari berbagai wilayah seluruh Indonesia. Beberapa orang terlihat dari Banjarnegara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Tasikmalaya, Sukabumi, dan lainnya.Salah satu orator dalam aksi yang juga perwakilan PGMM, Tedi, mengatakan banyak guru madrasah swasta yang sudah mengabdi selama 20 tahun tapi belum sejahtera. Dia menilai negara belum berpihak kepada guru-guru, terutama kepada guru honorer.Massa guru madrasah swasta demo di depan gedung DPR hari ini. (Taufiq/detikcom) "Sehingga negara kita rasa tidak ada hadir, tidak berpihak kepada guru-guru honorer swasta. Bahkan tidak pernah diakui, layaknya sebagai anak pas... yang anak emas adalah yang baru lahir 6 sampai 1 tahun, betul?" ucap orator di atas mobil komando.Mereka menilai kebijakan pemerintah soal guru masih tebang pilih. Menurut demonstran, pemerintah seperti hanya memperhatikan guru-guru yang masuk program tertentu."Untuk itulah, apakah itu logis? Apakah itu rasionalis? Tidak, menurut saya! Kita yang sudah berjuang puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan sampai ada yang mati! Hari ini kita demo, hari ini kita aksi, besok teman saya ada yang meninggal. Dan itu sangat miris sekali Ibu, Bapak semua. Untuk itu, terus kita perjuangkan hak-hak kita!," tegasnya.Selain itu, ada massa ojol yang menggelar demo di lokasi. Mereka mengenakan setelah merah hitam.Massa ojol meminta DPR mengesahkan UU Perlindungan Pengemudi Ojol. Mereka juga menolak potongan jasa aplikator yang dinilai mencekik.Tonton juga video "DPR Minta Pemerintah Angkat Guru Honorer Jadi ASN Secara Bertahap"