SOLO, KOMPAS.com – Sebuah video adu mulut yang terjadi di kawasan Keraton Solo dan diunggah oleh akun Instagram @so****** viral di media sosial pada Minggu (5/7/2026).

Dalam unggahan video berdurasi singkat tersebut, dicantumkan narasi yang bertuliskan: “GKR Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng diduga menghalangi acara wilujengan kubu PB XIV Purboyo.”“Selain mengosak asik karpet dan kelengkapan upacara adat wilujengan hajad dalem Labuhan Parangkusumo pihak kubu PB XIV Purboyo, Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta itu juga melarang pembukaan pintu Kamandungan,” tulis keterangan dalam unggahan media sosial tersebut.Saat dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Juru Bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, membenarkan adanya insiden ketegangan tersebut di internal keraton.

Ia mengatakan bahwa kejadian itu berlangsung saat Bupati Estri PB XIV Purbaya, KMT Ana Muji Rahayuning Tyas, yang bertugas menyiapkan Labuhan Parangkusumo tengah menata sesajen di Sasana Parasdya sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam upacara adat ini, Bupati Estri Ana memegang tanggung jawab penuh untuk menata sesajen serta menyampaikan dawuh atau perintah dari PB XIV Purbaya secara langsung kepada Pengageng Perintah Keraton Solo.