WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap sisi kelam pria bersenjata yang melakukan penembakan di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat.

Dalam unggahan di Truth Social, seperti dikutip AFP, Trump menyebut pelaku memiliki “riwayat kekerasan” dan kemungkinan memiliki obsesi terhadap Gedung Putih.“Terima kasih kepada Secret Service dan aparat penegak hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga bagi negara kita,” tulis Trump.

Baca juga: Trump Buka Suara Usai Terjadi Baku Tembak di Luar Gedung Putih

Trump juga mengatakan, pelaku tewas setelah terlibat baku tembak dengan agen Secret Service di dekat gerbang Gedung Putih.

Aparat sebut pelaku pernah alami gangguan emosional