Jakarta - Rentetan tembakan terjadi di dekat Gedung Putih Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump ternyata berada di kantornya di Gedung Putih saat insiden itu berlangsung.Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 18.00 waktu setempat. Seorang pria awalnya mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih dan mulai menembaki petugas Secret Service.Agen Secret Service kemudian membalas dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah pelaku. Tembakan itu berhasil melumpuhkan pelaku hingga akhirnya ia meninggal di rumah sakit. "Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya," kata Juru bicara Secret Service dilansir CNN International, Minggu (24/5/2026). Secret Service mengatakan Trump telah mendapatkan informasi mengenai penembakan di dekat Gedung Putih. Insiden itu tidak mempengaruhi kerja Trump."Personel Secret Service tidak terluka dan Presiden Donald Trump berada di kediaman dan tidak terpengaruh," kata juru bicara Secret Service.Dia (Trump) telah diberi pengarahan tentang insiden tersebut oleh Secret Service, kata seorang pejabat Gedung Putih.Trump dan timnya diketahui tengah berupaya menyelesaikan negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Sebelum insiden penembakan terjadi, Trump menyebut kesepakatan damai AS dan Iran semakin dekat.Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara telepon kepada CBS News. Trump menolak memberikan rincian spesifik tentang kesepakatan tersebut, tetapi mengatakan bahwa "setiap hari semakin baik dan semakin baik.""Saya tidak bisa memberi tahu Anda sebelum saya memberi tahu mereka, kan?" kata Trump kepada CBS News.Lihat juga Video Momen Trump Dievakuasi saat Terdengar Tembakan di Acara Dinner