SEPAK bola sering dipahami sekadar hiburan rakyat: ruang pelarian dari tekanan hidup, tontonan murah yang menguras emosi, tetapi tidak dianggap sebagai sektor ekonomi strategis.

Padahal di sejumlah negara maju dan emerging economies, sepak bola justru telah lama diposisikan sebagai industri modern yang menghasilkan nilai tambah ekonomi luar biasa besar.Ia bukan sekadar olahraga, melainkan ekosistem bisnis lintas sektor: media, pariwisata, manufaktur, hiburan, periklanan, ekonomi kreatif, hingga diplomasi global.

Inggris, Jerman, Italia, Brasil, Jepang, Korea Selatan, bahkan Tiongkok memahami satu hal penting: emosi massa dapat diubah menjadi kapital ekonomi apabila dikelola secara profesional.

Di situlah sepak bola menjadi lebih dari permainan 90 menit.

Ia berubah menjadi “mesin cetak uang” yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, memperkuat identitas nasional, dan menggerakkan konsumsi domestik.