KOMPAS.com - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini mampu membuat avatar atau kloning seseorang. Kemampuan ini turut dimanfaatkan untuk "menghidupkan" kembali orang yang sudah tiada.
Membuat kloning seseorang tak melulu untuk keperluan profesional atau penelitian canggih. Kemampuan ini bahkan bisa digunakan untuk hal yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga.Salah satunya terjadi di China. Seorang Ibu tidak sadar bahwa selama ini, ia mengobrol dengan kloning putranya yang sudah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Keluarganya menutupi kejadian ini lantaran sang Ibu memiliki penyakit jantung. Sebagai gantinya, keluarga diam-diam membuat avatar AI yang mirip dengan sang putra yang telah meninggal.
Baca juga: China Lawan Blokir AS, Rilis Superkomputer Monster Tanpa GPU Nvidia
Avatar AI inilah yang selalu berkomunikasi dengan Ibu lewat video call. Sang ibu pun disebut tidak mengetahui bahwa sosok yang rutin berbicara dengannya sebenarnya hanyalah kloning berbasis AI, bukan putranya sungguhan.







