Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengungkapkan harga unit hunian di Kawasan Stasiun Manggarai berukuran 45-54 meter persegi bakal dijual Rp 500-630 juta. Unit ini untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati mengatakan, pemerintah telah memperluas batas maksimal penghasilan penerima dari program tersebut untuk wilayah Jabodetabek. Jika sebelumnya maksimal penghasilan Rp 8 juta, kini dinaikkan menjadi Rp 12 juta untuk lajang dan Rp 14 juta bagi yang sudah menikah.Berdasarkan simulasi yang dijelaskan Umi, calon pembeli bisa membayar uang muka 1% atau Rp 5 juta dan plafon kredit Rp 495 juta untuk hunian seharga Rp 500 juta. Sedangkan cicilan setiap bulannya sebesar Rp 2,9 juta selama 30 tahun.

"Jadi, kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6% itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp 2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya," ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman BTN dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemprov DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (22/5/2026).Untuk mendapatkan fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tersebut, calon pembeli harus memenuhi sejumlah syarat, pertama belum pernah memiliki rumah atas nama pribadi dan belum pernah menerima subsidi perumahan lainnya. Selain itu, peserta juga harus memiliki masa kerja minimal dua tahun dan berusia sekurang-kurangnya 21 tahun."Nah, syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akta kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan ya. Jadi, buat yang single, buat yang join bisa ikutan program FLPP ini," ujarnya.Selain KPR bagi konsumen akhir, BTN juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung ekosistem usaha di kawasan hunian, termasuk pelaku UMKM perorangan. Melalui skema tersebut, BTN menyediakan pembiayaan mulai Rp 10 juta hingga Rp 500 juta untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah yang sekaligus mendukung kegiatan usaha masyarakat.