JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pembersih kaca gedung tinggi di Jakarta tidak menerima gaji tetap setiap bulan karena status mereka merupakan pekerja lepas atau freelance.

Penghasilan mereka bergantung pada ada atau tidaknya proyek yang datang. Jika sedang ramai pekerjaan, penghasilan bisa mencapai belasan juta rupiah dalam sebulan.

Namun ketika proyek sepi, mereka harus bersiap menghadapi masa tanpa pemasukan pasti.Baca juga: 4 WN China Ditangkap Imigrasi Usai Operasikan Sindikat Scam Online di Jakbar

“Tidak ada gaji tetap bulanan. Kalau ada proyek kami kerja, kalau enggak ada ya kosong dulu,” ujar Rizki Rianto (36), pembersih kaca gedung tinggi, saat ditemui Kompas.com di Gedung BPH Migas, Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Rizki, pembersih kaca gedung saat ditemui di Gedung BPH Migas, Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).Sebelum menjadi pembersih kaca gedung tinggi, Rizki bekerja di bengkel. Ia kemudian diajak temannya untuk mencoba dunia rope access, metode kerja di ketinggian yang menggunakan sistem tali dan perlengkapan keselamatan khusus untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau.