TAIPEI, KOMPAS.com - Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan bahwa dirinya akan dengan senang apabila bisa berbincang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pernyataan ini muncul setelah Trump memberi tahu wartawan pada Rabu (20/5/2026) bahwa dirinya akan berbicara dengan Lai. Rencana komunikasi ini mencuat di saat Gedung Putih tengah mempertimbangkan penjualan senjata ke pulau demokratis tersebut, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: Intel Eropa Temukan Kerja Sama Terselubung China-Rusia untuk Perang di Ukraina
Di satu sisi, Trump sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu.
Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, Lai menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut.











