Jakarta - Menteri UMKM Maman Abdurrahman resmi melakukan soft launching SAPA UMKM, platform terpadu yang disiapkan pemerintah untuk mengintegrasikan data sekaligus layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra). Maman menyoroti besarnya tantangan pemerintah dalam mengurus 56 juta pelaku UMKM di Indonesia, yang didominasi usaha mikro sebanyak 54 juta unit usaha."Ini kurang lebih, tantangan kita ada 56 juta. Pengusaha mikro ini ada 97%, usaha kecil hanya 1,7%. pengusaha besarnya 1,36%. Bisa bayangkan berapa tingginya disparitas ini. Pengusaha mikro hampir kurang lebih 97%," kata Maman dalam acara soft launching SAPA UMKM di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Maman menjelaskan selama ini pemerintah hanya memiliki data UMKM yang bersifat statis atau tidak terbarui secara real time. Karena itu, SAPA UMKM disiapkan untuk mengubah sistem pendataan menjadi agar perkembangan usaha masyarakat bisa dipantau langsung.Menurutnya, platform tersebut bukan sekadar program satu data UMKM, melainkan juga menjadi pusat layanan terpadu bagi pelaku usaha. Salah satu fokus utama yang diangkat pemerintah ialah akses pembiayaan agar pelaku UMKM tidak terjerat pinjaman online ilegal maupun berbunga tinggi."Saudara-saudara kita, pengusaha mikro kecil dari Papua, mereka bingung, teriak, 'Pak, saya punya usaha, tapi saya nggak punya modal, nggak punya pembiayaan, ke mana saya harus pergi?' Masuk ke sistem SAPA UMKM ini," ujar Maman.Ia menjelaskan, fitur pembiayaan dalam SAPA UMKM nantinya akan terintegrasi dengan bank penyalur, perusahaan fintech, hingga lembaga pembiayaan formal dan nonformal lainnya. Ia juga berharap layanan ini bisa membebaskan masyarakat dari pinjaman ilegal dengan bunga yang mencekik.Maman mengatakan, melalui sistem tersebut pemerintah ingin menyediakan akses pembiayaan yang lebih aman dan terarah bagi UMKM. Dengan begitu, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada pinjaman online berbunga tinggi."Tapi kalau SAPA UMKM ini bisa hadir dan berjalan secara maksimal, mereka nggak lagi terjebak dengan pinjol-pinjol yang menyesatkan dan bahkan membebankan mereka itu. Dan SAPA UMKM nanti akan hadir dengan fitur modal dan pembiayaan baik informal maupun non-formal. Jadi pengusaha mikro, mereka bisa mengakses pinjol yang sebenarnya, bukan pinjol yang tadi, yang akhirnya dibebankan dengan bunga-bunga yang sangat luar biasa sekali," bebernya.SAPA UMKM juga akan mengintegrasikan layanan legalitas usaha dalam satu platform, mulai dari pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikasi halal, hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).Selain itu, platform ini akan dikoneksikan dengan PaDi UMKM dan disiapkan menjadi cikal bakal marketplace dalam negeri. Sistem itu diharapkan bisa membantu pelaku usaha mikro mengurangi ketergantungan pada platform e-commerce berbiaya mahal sekaligus memperluas akses pemasaran antardaerah."Melalui SAPA UMKM ini dan PaDi UMKM akan menjadi cikal bakal terbangun yang marketplace dalam negeri kita di Indonesia ini. Perusahaan-perusahaan mikro itu dari kecil nggak perlu lagi komplain kalau memang mereka pusing itu dengan e-commerce yang biayanya mahal, mereka akan terbuka nanti dengan akses ini. kita siapkan semuanya," tutup Maman.