Madrid -
Otoritas Spanyol memanggil utusan diplomatik Israel untuk melayangkan protes atas pencegatan armada kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Madrid mengecam tindakan pasukan Tel Aviv itu sebagai "pelanggaran baru terhadap hukum internasional".Menteri Luar Negeri (Menlu) Spanyol Jose Manuel Albares, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Selasa (19/5/2026), mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan "protes formal dan tegas" kepada charge d'affaires Israel di Madrid terkait pencegatan kapal-kapal dalam misi kemanusiaan itu.Dalam konferensi pers bersama Menlu Mesir Badr Abdelaty yang sedang berkunjung ke Madrid, Albares menyinggung soal aksi pasukan Israel mencegat kapal-kapal Global Sumud Flotilla dan mengatakan Madrid memantau situasi dengan cermat. "Saya tidak memiliki jumlah pasti warga Spanyol, tetapi mungkin sekitar 45 orang," kata Albares, merujuk pada jumlah warga negara Spanyol yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut. Dia menambahkan bahwa sekitar "satu hingga dua lusin" warga Spanyol yang ikut dalam misi tersebut mungkin saat ini ditahan oleh otoritas Israel.Pernyataan Albares ini disampaikan setelah pihak Global Sumud Flotilla melaporkan puluhan kapalnya dicegat dan diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional, dekat Siprus, pada Senin (18/5). Kapal-kapal itu sedang menjalankan misi terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza, sembari membawa bantuan kemanusiaan.Armada itu terdiri atas lebih dari 50 kapal yang berlayar sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris di perairan Mediterania di Turki. Tim manajemen krisis armada kemanusiaan itu mengonfirmasi bahwa tentara-tentara Israel menyerang dan menaiki beberapa kapal, dengan kontak terputus untuk 23 kapal di antaranya.Misi tersebut melibatkan total 426 peserta dari 40 negara, di antaranya dari Jerman, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, Selandia Baru, dan Indonesia.









